Deprecated: Creation of dynamic property Newkarma_Core_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/u945520211/domains/sin.co.id/public_html/sulteng/assets/plugins/newkarma-core/lib/breadcrumbs.php on line 87
oleh

Kemendikdasmen Tekankan Literasi Media untuk Bentuk Anak Berpikir Kritis & Bijak di Ruang Digital

SULTENG.SIN.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pentingnya penguatan literasi media dan informasi melalui pendidikan untuk membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, serta menggunakan teknologi digital secara bijak dan aman. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Nasional dan Lokakarya Penguatan Literasi Media dan Informasi melalui Pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan Literasi Media dan Informasi Global 2026 (Global Media and Information Literacy Week 2026), di Kemendikdasmen, Kamis (29/10).

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Yudhistira Nugraha, mengatakan bahwa anak-anak saat ini tumbuh bersama internet, media sosial, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Meskipun memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi dengan cepat, anak-anak belum tentu memahami risiko dan dampak penggunaannya sehingga tetap membutuhkan pendampingan dari orang tua dan pendidik. “Walaupun anak-anak kita mampu menggunakan teknologi, belum tentu mereka mampu untuk menggunakannya dengan bijak dan aman,” ujarnya.

Baca Juga  Diundang KSAD, Ketua MUI, Wapres Bakal Akan Hadiri Isra Mi'raj di Cianjur

Ia menjelaskan bahwa penguatan kemampuan berpikir kritis diperlukan agar anak tidak menerima begitu saja informasi yang diperoleh melalui teknologi. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah guided learning, yang mendorong siswa untuk berpikir dan menemukan jawaban dengan panduan. “Kalau guided learning itu artinya kalau dia menanyakan satu tambah satu, tidak akan pernah dijawab sama dengan dua. Jadi, dia akan men-challenge si murid itu untuk berpikir. Jawabannya itu apa. Tapi guided learning dia memberikan panduan supaya anak-anak ini berpikir kritis,” ujarnya.

Baca Juga  Fokus Bangun Dapil, SMSI Aceh Beri Award Kepada Zulfadli, A.Md

Menurut Yudhistira, literasi media juga berkaitan dengan kemampuan memeriksa sumber informasi dan memahami dampak aktivitas di ruang digital. Ia mencontohkan bahwa informasi yang sudah lama berlalu dapat kembali beredar pada momentum tertentu, sehingga masyarakat perlu memastikan konteks dan kebenarannya sebelum mempercayai atau membagikannya. Kemendikdasmen, lanjutnya, turut melakukan advokasi mengenai disinformasi dan hoaks melalui media sosial Instagram Jaga Pendidikan.

Selain kemampuan berpikir kritis, Yudhistira menekankan pentingnya menjaga privasi dan bertanggung jawab atas jejak digital. Informasi maupun konten yang diunggah ke internet berpotensi disimpan dan dibagikan kembali oleh orang lain. Oleh karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman mengenai perlindungan data pribadi serta dampak aktivitas digital terhadap diri mereka di masa mendatang. Ia juga menggarisbawahi bahwa penguatan literasi media tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah atau pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan media perlu membangun pendidikan yang saling mendukung. Dalam hal ini, orang tua dan guru perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk menceritakan persoalan yang dihadapi di ruang digital, sekaligus memperoleh pendampingan tanpa takut disalahkan.

Baca Juga  Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Perluas Basis Pajak Tanpa Bebani Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Yudhistira menyambut peluncuran Panduan Keluarga UNESCO versi bahasa Indonesia bertajuk Tumbuh di Dunia yang Terhubung: Panduan Keluarga Era Digital. Ia berharap panduan tersebut dapat menjadi rujukan praktis bagi orang tua dan pendidik, serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan harapan agar panduan tersebut dapat diintegrasikan ke dalam Ruang Orang Tua pada platform Rumah Pendidikan milik Kemendikdasmen.***

News Feed