oleh

Pasca Gempa M6,7, Struktur Masjid Raya Baitul Khairaat Dinyatakan Stabil

Sulteng.Sin.co.id– Struktur baja space frame Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dinyatakan dalam kondisi stabil berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026.

Pemeriksaan dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) sebagai langkah tindak lanjut untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur bangunan pascagempa. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya kontraktor pelaksana PT PP (Persero) Tbk, tim Manajemen Konstruksi (MK), serta vendor dan subkontraktor pekerjaan space frame, PT Geasindo Teknik Prima.

Inspeksi dilakukan atas permintaan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap kondisi struktur masjid yang menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah tersebut.

Baca Juga  Prof KH Didin Hafidhuddin MS: TNI AD Dibawah Kepemimpinan Jenderal Dudung Semakin Amanah dan Dicintai Rakyat

Kepala Dinas Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara detail pada seluruh elemen utama struktur baja space frame guna memastikan tidak terdapat kerusakan yang dapat memengaruhi keamanan bangunan.

“Tim teknis telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap elemen-elemen utama struktur, mulai dari sambungan, batang struktur, titik pertemuan atau joint, hingga komponen lain yang berpotensi terdampak akibat guncangan gempa. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak terdapat kerusakan maupun gangguan struktural yang dapat memengaruhi fungsi dan tingkat keamanan bangunan,” ujar Andi Ruly.

Sebagai pihak yang menangani pekerjaan space frame, PT Geasindo Teknik Prima turut melakukan asesmen teknis secara langsung terhadap kondisi struktur. Berdasarkan hasil pengamatan awal tim ahli, struktur space frame Masjid Raya Baitul Khairaat tidak menunjukkan indikasi kerusakan yang berpotensi memengaruhi kinerja maupun stabilitas konstruksi.

Baca Juga  Di Balik Mega Korupsi ASABRI Sudah waktunya Polri Mengelola Dana Pensiun Sendiri

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa struktur space frame masih berada dalam kondisi baik dan stabil. Tidak ditemukan indikasi kerusakan yang dapat mengurangi kemampuan struktur dalam menjalankan fungsinya sebagaimana direncanakan,” ungkap tim teknis PT Geasindo Teknik Prima dalam laporan sementara hasil inspeksi.

Meski demikian, proses evaluasi belum sepenuhnya rampung. Tim teknis masih melakukan analisis lanjutan sebagai bagian dari prosedur asesmen pascagempa untuk memastikan seluruh komponen struktur memenuhi standar keamanan dan keselamatan yang dipersyaratkan.

Laporan resmi hasil pemeriksaan dan asesmen akan disusun oleh PT Geasindo Teknik Prima dan disampaikan kepada PT PP (Persero) Tbk sebelum diteruskan kepada Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah setelah seluruh tahapan evaluasi selesai dilaksanakan.

Baca Juga  Penurunan Kematian Bayi  di Indonesia Menjadi Contoh di Konferensi Tingkat Global di Madrid

Andi Ruly menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan strategis, khususnya fasilitas publik yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Karena itu, pemantauan dan evaluasi berkala akan terus dilakukan agar kondisi struktur Masjid Raya Baitul Khairaat tetap terjaga dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui hasil pemeriksaan awal ini, diharapkan masyarakat memperoleh kepastian bahwa kondisi struktur Masjid Raya Baitul Khairaat tetap aman dan stabil, sekaligus memberikan ketenangan dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun kegiatan keagamaan di lingkungan masjid.

 

News Feed