SEMARANG – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertepatan dengan masih tingginya curah hujan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengingatkan warga untuk tetap siaga bencana alam.
“Dengan skenario apapun, mudah-mudahan kita siaga semuanya. Termasuk saya ingatkan untuk siaga bencana,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seusai memimpin Rapat Forkopimda Jateng Damai Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Aman Dari Covid-19 di kompleks kantornya di Semarang, Jumat (10/12/2021).
Pelaksana Tugas (Plt) Kalakhar BPBD Provinsi Jateng, Safrudin mengatakan, pihaknya telah melakukan kesiapsiagaan bencana menghadapi Nataru. Di antaranya telah memetakan daerah rawan banjir, banjir bandang, sampai longsor.
“Tinggal bagaimana sekarang dari peringatan dini karena kan diawali dari peringatan dini. Tinggal bagaimana peringatan dini yang sudah di-share dari BMKG, diolah teman-teman kabupaten,” jelas Safrudin, dilansir jatengprov.go.id.
Menurutnya, pihak kabupaten juga sudah siap seperti halnya melakukan upaya, dan konsolidasi kekuatan yang ada. Seperti, yang ditunjukkan dari mereka melakukan apel siaga bencana. Dari itu semua, mereka siap mengantisipasi kejadian bencana alam.
“Kabupaten (pemkab) juga telah memetakan daerah yang perlu diwaspadai terkait dengan ancaman banjir maupun longsor,”ujar Safrudin.
Ditambahkan, daerah rawan banjir berpotensi terjadi di daerah dataran rendah, baik di pantura maupun daerah pantai selatan. Termasuk, di daerah Kendeng seperti di Pati, Grobogan, Kudus, Kebumen, Brebes, Tegal, Semarang, dan lainnya. (*/cr1)











