SULTENG.SIN.CO.ID – Di tengah semarak Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 Tahun 2026 di Kota Semarang, Pasar Jajan Berkah menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan sekaligus menjajakan produk mereka.
Salah satunya adalah Pak Juma’in, pelaku UMKM yang menawarkan es krim jadul. Selama dua hari membuka lapak di Pasar Jajan Berkah MTQN ke-31, es krim buatannya mendapat sambutan dari pengunjung.
“Alhamdulillah, kami tidak pernah rugi. Dua hari di sini luar biasa. Kami sangat diuntungkan dengan adanya Pasar Jajan Berkah ini,” ujar Juma’in, Rabu (16/9/2026).
Juma’in merupakan warga Sendangmulyo yang sehari-hari berjualan secara keliling. Ia biasanya membuka lapak saat Car Free Day (CFD), sementara pada hari biasa melayani pesanan dari rumah.
Es krim yang dijual Juma’in dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan susu murni dari Boyolali. Ia juga menggunakan mesin pengolahan yang dibuat melalui pelatihan di balai latihan kerja.
Untuk menarik minat konsumen muda, es krim tersebut tidak hanya mempertahankan cita rasa lama, tetapi juga dikembangkan dengan pilihan rasa yang lebih kekinian.
“Kami ingin mempertahankan tradisionalnya, tetapi dengan sentuhan kekinian. Kalau dulu rasanya hanya itu-itu saja, sekarang kami buat dengan rasa yang lebih kekinian, yang diminati anak-anak, terutama Gen Z,” tuturnya.
Selain es krim dengan harga Rp8.000, Juma’in juga membawa produk roti jadul seharga Rp10.000. Namun, produk roti tersebut lebih cepat habis. Pada hari itu, ia membawa sekitar 10 kemasan, masing-masing berisi 15 roti.
“Sudah habis tadi, kehabisan. Hari ini lebih banyak,” ujarnya.
Juma’in berjualan sejak sekitar pukul 09.30 WIB hingga kegiatan Pasar Jajan Berkah berakhir. Setelah MTQN ke-31 selesai, ia akan kembali menjalani rutinitas sebagai pedagang keliling. Sejumlah lokasi menjadi tempatnya berjualan, terutama ketika ada kegiatan CFD.
Bagi Juma’in, keikutsertaan dalam MTQN ke-31 bukan hanya soal berjualan. Ia berharap kesempatan bagi UMKM untuk terlibat dalam berbagai kegiatan publik dapat terus terbuka.
“Setiap ada event yang sifatnya umum, kami berharap ada informasi yang berkelanjutan. Tidak hanya berhenti sampai di sini, jadi kami-kami ini bisa terus tumbuh,” harapnya.
Ia juga berharap pemerintah semakin memberi perhatian kepada pelaku UMKM. Menurutnya, usaha kecil dan menengah memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat.
Selain Juma’in, sejumlah pelaku UMKM dari berbagai daerah turut memanfaatkan momentum MTQ Nasional ke-31 untuk memasarkan produk. Mereka menjajakan dagangannya kepada peserta, pendamping, dan pengunjung yang datang ke Semarang.
Gelaran MTQ Nasional ke-31 menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Event tersebut sekaligus menjadi peluang bagi UMKM memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.(***)











