SULTENG.SIN.CO.ID – Sebanyak 50 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry Banda Aceh mulai mengikuti rangkaian pengenalan kampus melalui Medical Education, Introduction and New Aspiration (MEDINA) 2026.mereka adalah angkatan pertama Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry. Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman berpesan agar mereka tidak hanya mengejar kompetensi sebagai dokter, tetapi juga membangun karakter dan empati.
Pesan itu disampaikan Mujiburrahman saat membuka MEDINA 2026 di Theater Room Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Senin (21/9/2026).
MEDINA 2026 berlangsung selama lima hari, 21–25 September 2026. Kegiatan bagi mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry ini mengusung tema “From Student to Healer: Building Knowledge, Character, and Compassion.”
Mujiburrahman mengatakan pendidikan kedokteran di UIN Ar-Raniry dikembangkan dengan semangat ilmu, budi, dan bakti. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Ketika nantinya Anda belajar ilmu kedokteran di Fakultas Kedokteran ini, seberapa tinggi penguasaan ilmu yang Anda peroleh, Anda harus semakin menjadi orang yang tawaduk, rendah hati, bukan sombong dan takabur,” kata Mujiburrahman.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan profesi dokter semata-mata sebagai jalan mencari keuntungan material.
“Jangan ilmu untuk ilmu. Jangan ilmu untuk material,” ujarnya.
Menurut Mujiburrahman, dokter berhadapan langsung dengan manusia yang membutuhkan pertolongan. Karena itu, kemampuan medis harus berjalan beriringan dengan empati, termasuk kepada pasien yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Ketika para pasien itu Anda lihat tidak memiliki kemampuan biaya untuk berobat, Anda jangan mengambil biaya dalam pengobatan itu. Karena itu adalah amaliyah kita. Di situlah kita diuji empati kita,” katanya.
Mujiburrahman berharap Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry kelak melahirkan dokter dengan karakter Al-Qawiyyu Al-Amin, yakni memiliki kompetensi sekaligus dapat dipercaya.
“Memiliki ilmu kedokteran, kapasitas ilmu kedokteran yang hebat, namun memiliki hati, akhlak yang mulia, kemudian jujur, amanah, dan dapat dipercaya di mana pun nantinya Anda berprofesi bekerja,” ujarnya.
Tujuh Mahasiswa Hafal Al-Qur’an 30 Juz
Ada hal menarik dari 50 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry tersebut. Tujuh di antaranya merupakan penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Plt. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FK UIN Ar-Raniry, Teuku Muhammad Iqbal Muttaqien,., mengatakan mahasiswa lainnya juga memiliki beragam capaian hafalan Al-Qur’an.
Ada yang telah menghafal 22, 19, 18, 10, 8, 7, hingga 5 juz. Selain itu, lima mahasiswa tercatat pernah meraih prestasi dalam olimpiade.
“Allah ingin ananda sekalian bisa mengintegrasikan antara ilmu kedokteran, sains, dengan nilai-nilai keislaman,” tutur pria yang akrab disapa dr. Iqbal ini menambahkan.
Menurutnya, integrasi tersebut tidak hanya berada di ruang kuliah. Nilai keislaman juga perlu tercermin ketika seorang dokter berhadapan dengan pasien.
“Kita ingin dokter lulusan UIN ketika memegang tangan pasien tidak hanya melihat penyakitnya, tapi melihat bagaimana manusia yang membutuhkan kasih sayang,” ujarnya.
Plt. Dekan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, dr. Hendra Kurniawan, M.Sc., Sp.P(K), mengatakan pembukaan Fakultas Kedokteran menjadi bagian dari pengembangan integrasi ilmu kesehatan dan keislaman di UIN Ar-Raniry.
“UIN Ar-Raniry bukan hanya berisi fakultas-fakultas keislaman, tapi bagaimana hari ini Fakultas Kedokteran sebagai suatu ilmu science itu bisa nantinya mengintegrasikan keilmuan kesehatan dengan keislaman,” kata Hendra.
Ia menyebut 50 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry tersebut terpilih melalui proses seleksi yang diikuti 104 peserta.
MEDINA 2026 juga melibatkan orang tua mahasiswa. Kampus berharap keterlibatan keluarga dapat membangun sinergi selama mahasiswa menjalani pendidikan kedokteran.
“Kepada orang tua, kami ingin enam tahun ke depan Bapak dan Ibu duduk lagi di sini untuk melihat mereka wisuda. Insya Allah,” ujar Hendra.(***)
–

